
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung langkah PT Pertamina (persero) yang menerapkan sistem digital di nozzle SPBU dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto menanggapi digitalisasi penyalura BBM.
"Kami dukung, kan ada aturannya BPH Migas dulu, soal IT," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Sebab, selama ini penyaluran masih memakai sistem manual, sehingga rentan terjadinya kesalahan dalam pencatatan penyaluran BBM yang bersubsidi.
"Sekarang kan nggak ada alatnya. Kan selama ini kan manual, pakai invoice manual SPBU," ujar dia.
Dengan memakai teknologi digital pencatatan penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih akurat, sehingga pembayaran subsidi oleh pemerintah ke Pertamina akan lebih sesuai dengan yang disalurkan masyarakat.
"kami enggak tahu kan konsumsi real masyarakat. Kalau ini kan online, kami bisa lihat mau di ujung Irian juga kita bisa tau," ujar dia.
Pemerintah melaui BPH Migas, dan Pertamina diketahui menyepakati kebijakan digitalisasi nozzle SPBU berkaitan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi jenis premium di seluruh Indonesia.
Tujuannya agar penyaluran BBM penugasan ini tepat sasaran pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi. Digitalisasi nozzle akan dilakukan di 5.518 SPBU dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. [hid]
https://ekonomi.inilah.com/read/detail/2474287/kesdm-dukung-digitalisasi-nozzle
No comments:
Post a Comment